Sabtu, 08 Juni 2013

Blooming Berry// part 1 //by.CieLyn BeLtham // Remaja

// part 1 //by.CieLyn BeLtham // Remaja

dimohon tidak mengcopy paste cerpen ini dan mengatas namakan diri kalian sebagai writter dari cerpen ini!! karena ini murni hasil karya saya sendiri.
TOLONG HARGAI karya orang lain. 

this story is mine, CieLyn BeLtham
jika ada kesamaan nama/karakter, tempat, kejadian itu bukanlah sebuah kesengajaan


warning!!

Jika tidak menyukai cerpen ini, segera layangkan kursor anda untuk menutup cerita ini!

Happy reading all 



Emh... hai, perkenalkan namaku Arbeina. Orang biasa memanggilku dengan sebutan Arbei. Saat ini aku kuliah disalah satu Universitas yang cukup ternama dikota Bandung. Disana aku mengambil jurusan tata boga. Ya, jurusan yang jarang sekali dipilih oleh anak muda jaman sekarang. Diabad 21 ini kebanyakan anak muda mengambil jurusan yang menjadi trend seperti jurusan seni musik, management, ekonomi, komunikasi ataupun yang lainnya. Kenapa jadi trend bukan hanya karena peluangnya tapi memang sebagian orang kaya dan populer mengambil jurusan itu. terkadang kelulusan mereka pun bukan karena prestasi, tapi yaa... karena popularitas bahkan kekayaan mereka.

Cerita ini dimulai ketika pesta ulang tahun seorang teman. Aku diundang oleh teman lamaku yang kebetulan satu kampus denganku. Awalnya aku masih bingung, karena... kalaupun ada teman semasa sekolah yang satu kampus denganku, kami jarang sekali saling menyapa. Karena memang semasa sekolah dulu aku dikenal sebagai anak yang pendiam dan jarang bergaul dengan orang banyak. Karena penasaran dengan undangan temanku itu, akupun memberanikan diri untuk datang kepestanya. Dan setelah sampai dipesta..... Astaga!!! Rina! Dia adalah teman semasa kami masih duduk dibangku SMP. Saat melihatnya banyak sekali perubahan dalam diri Rina. Sedikit cerita tentang Rina temanku, Rina adalah anak dari pengusaha kaya di Jakarta. Saat di SMP dulu Rina adalah cewek populer yang banyak diincar oleh teman-teman pria. Itu semua bukan karena wajahnya yang cantik, tapi teman-teman prianya mengincar Rina hanya karena dia cewe tajir. Dengan kata lain tu cowok bukan demen ama si Rina nya tapi sama hartanya. Tragis memang, seringkali dia kena tipu. Gonta-ganti pacar, tujuannya nyari yang baik, tapi gak ada satupun yang bener. Malam ini dipesta ulang tahunnya aku melihat Rina yang berbeda. Dilihat dari fisik, sekarang Rina benar-benar menjadi cewek yang menarik. Tinggi yang semampai, kulit putih, wajah cantik. Pokoknya tipe cewek idaman lah. Saat aku memasuki ruangan pesta yang sudah riuh oleh musik yang dipasang keras, dari arah depan kulihat Rina berjalan kearahku lalu menyapaku ramah, “ hai, Arbei? Arbeina kan? Eh, apa kabar? Lama banget gak ketemu? “ sapa Rina sambil memeluku.
“ Ah, iya kabar baik rin. Eh ini kado buat kamu. Makasih ya udah ngundang aku kepesta ulang tahun kamu. Selamat ya.” Kataku pada Rina sambil senyum  “ Iya sama-sama. wah, thanks loh kadonya. Pake repot-repot segala. Eh, dateng sama siapa arbei?” celingak celinguk nyari seseorang.
“oh, aku dateng sendiri.” Jawabku singkat.
“lho kok malah dateng sendiri sih, pacar kamu mana?” tanya Rina masih sambil celingukan mencari seseorang yang sudah pasti tidak mungkin ada.

Ya, sampai saat ini kalau untuk urusan pacar, aku salah satu dari ribuan cewek yang sangat tidak beruntung. Diumurku yang kesembilan belas tahun ini sekalipun aku belum pernah punya pacar. Bukannya gak mau atau gimana, rasa suka sih memang sering ada, kalau melihat cowok ganteng lewat ya pasti naksir lah. Tapi untuk urusan kenalan dan pacaran, jujur aku bukan jagonya. Entah kenapa dari dulu aku paling gak bisa ngobrol sama makhluk yang namanya cowok. Kalaupun ada, itu juga gak lama ngobrolnya. Paling bentaran sekitar 10 menit. Hhahha... ok, back to the Rina party.... sambil agak malu aku pun menjawab ,” emh.... rin, aku gak punya cowok.” Kataku malu.
“ Ha? Oh, sorry ya aku kan gak tahu. Hheehhee. Tapi gak apa-apa, kamu santai aja disini ya. Atau gini aja, nanti kamu aku kenalin sama temen cowok aku ya. Mau kan?” kata Rina menawarkan. Tapi dalam hati aku berkata, “ what? Dikenalin ama cowok? Mau sih, tapi..... aduuh... please rin..... kamu kan tahu aku gak bisa ngomong kalo dihadapan cowok!! Ugh, sial. Gimanapun caranya aku harus nolak.!!”
“ emh, maaf rin, bukannya gak mau tapi.... aku pengen ngobrol sama temen lama aja deh, soalnya kangen sama mereka dah lama gak ketemu. Kamu ngundang temen kita waktu SMP kan?” sambil sedikit nyengir aku berusaha mengelak.
“oh... ya udah kalo gitu. Iya aku juga undang mereka kok. Tuh, lagi pada kumpul dideket kolam renang. Kamu gabung aja sama mereka ya.” Rina menunjukan tempat dimana banyak teman-teman satu angkatanku dulu waktu kami di Smp. Dengan segera akupun berjalan menghampiri tema-teman lamaku itu. saat sampai ditempat mereka, aku gak heran kalau banyak yang lupa siapa aku. Bahkan mungkin malah bilang gak kenal sama sekali padahal kami cuma beda satu ruangan kelas. Ya... kalian tahu lah, cewek seperti aku kalau dalam adegan sebuah film sih, hanya dianggap atau dikenal sebagai pemain figuran saja.
Seperti biasa, walaupun aku duduk dan bergabung dengan teman-teman lamaku, tapi aku hanya bisa mendengarkan cerita mereka. Tidak bicara. Kadang hanya tersenyum melihat beberapa tingkah konyol sebagian dari mereka. Kalaupun bicara, hanya menjawab pertanyaan beberapa orang saja yang mungkin kasihan melihat aku diam terus dari tadi seperti tidak diperhatikan. (bersambung)

yaaaaaaaaaaaaa.....!!!! >_<
minna saaaaaaaaaaan!!!!
*teriak2 geje *ditimpukin gajah!!
ini cerpen udah lamaaaaaaaa banget dan ratih reupload dari blog yang dulu...
ceritanya masih sampai part dua dan akan segera dilanjut..  :)
ada beberapa yang dirubah tapi tetap pada genre yang disebutkan diatas..
untuk saat ini part satu dulu yang di share, part dua segera menyusul :)
judulnya masih bimbang dan ragu -_-"
tapi akan segera diberi judul kalo udah gak galau haha :)
nah silahkan beri komentarnya ya, supaya menambah semangat buat melanjutkan cerpen nya.. :)
saran dan kritik diterima dengan senang hati.. :)
so......
REVIEW !! REVIEW !! Minna saaannnn.....  :D
*maksa haha